Perpusnas terus dukung Dinas Arpus Magetan, Wabup Magetan Dorong Wayang Ebes Jadi Media Edukasi


MAGETAN, lenteraindonesianews.com – Gelaran Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan Kabupaten Magetan yang digelar di Pusat Graha Literasi Magetan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Magetan Kang Suyat (Kamis,10 /10 2026 ) tidak hanya menjadi sarana hiburan warga, tetapi juga momentum penguatan fasilitas literasi daerah melalui dukungan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.


​Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan  Perpustakaan Perpusnas RI, Edi Wiyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Literasi Dunia sekaligus menyambut Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada 14 September. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk merubah stigma perpustakaan.

​"Ayo kita dorong agar perpustakaan bertransformasi menjadi ruang penguatan kompetensi dan kapasitas diri warga Magetan, bukan lagi dipandang sebelah mata," tegas Edi.

​Edi menambahkan, festival ini merupakan manifestasi tanggung jawab atas pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik dari pemerintah pusat. Perpusnas terus berkomitmen mengucurkan anggaran tersebut untuk Magetan, yakni sebesar Rp1,1 miliar pada 2025, Rp600 juta pada 2026, dan diproyeksikan kembali dialokasikan sebesar Rp510 juta pada 2027.


​Menanggapi dukungan tersebut, Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, mendorong agar pendekatan literasi di Magetan dikemas melalui seni budaya lokal, salah satunya pementasan Wayang Ebes. Ia menilai penyampaian pesan sosial seperti pemilahan sampah dan penanggulangan banjir jauh lebih mempan jika disampaikan lewat seni panggung daripada instruksi formal.

​"Literasi lewat kebudayaan ini sangat baik. Edukasi pengelolaan sampah dan saluran air untuk cegah banjir perlu kita geber melalui pementasan Wayang Ebes ini hingga ke tingkat kecamatan," ujar Kang Suyat.

​Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Endang Ambarwati, mengutarakan bahwa perhelatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam (10–12) ini menyasar masyarakat umum dari berbagai lingkaran usia.

​"Kami memproyeksikan festival ini dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung. Rangkaian acaranya meliputi panggung budaya lokal, senam bersama, gelar wicara, bedah buku, pertunjukan musik live, hingga lomba mewarnai," jelas Endang. ADV

Laporan: Beni Setyawan

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :