, MADIUN LENTERAINDONESIANEWS.COM– Mengantisipasi derasnya arus disinformasi di era digital sekaligus memperkuat benteng pertahanan informasi publik, Kodim 0803/Madiun bersama Yonif 501/Bajra Yudha (BY) menggelar Gathering Sinergitas TNI dan Media Wilayah Madiun. Forum ini menegaskan kolaborasi nyata antara institusi militer dan pers dalam menjaga kondusifitas serta kedaulatan NKRI.
Kegiatan yang berlangsung hangat namun sarat substansi ini dihadiri langsung oleh Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Nyoman Adhisapura, S.E., dan Danyonif 501/BY Letkol Inf I Gusti Bagus Prayuda. Kehadiran pimpinan dua satuan militer tersebut menandai komitmen TNI untuk membuka ruang komunikasi publik yang transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Nyoman Adhisapura menegaskan bahwa pers memiliki posisi sangat strategis dalam menyaring informasi sebelum sampai ke masyarakat. Menurutnya, pemberitaan yang akurat dan berimbang berdampak langsung pada terwujudnya situasi keamanan wilayah yang kondusif.
"TNI siap memberikan akses informasi yang proporsional sesuai ketentuan yang berlaku. Di tengah derasnya arus digitalisasi, akurasi dan verifikasi jurnalistik menjadi benteng utama agar masyarakat mendapatkan fakta yang benar dan terhindar dari kesalahpahaman," tegas Letkol Inf Nyoman Adhisapura.
Sementara itu, Danyonif 501/BY Letkol Inf I Gusti Bagus Prayuda menyoroti pentingnya pergeseran paradigma dalam melihat peran media. Ia menegaskan bahwa pers tidak boleh hanya dipandang sebagai alat publikasi kegiatan belaka.
"Hubungan TNI dan media harus bergerak menjadi komunikasi dua arah yang konstruktif. Media adalah mitra strategis untuk memperkuat pemahaman publik mengenai tugas, pengabdian, dan dinamika prajurit di lapangan," ujar Letkol Inf I Gusti Bagus Prayuda.
Gathering ini sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan era informasi. Lewat keterbukaan informasi dari TNI dan fungsi kontrol serta edukasi dari insan pers, Madiun diharapkan mampu membendung sebaran hoaks dan terus menghadirkan berita yang membangun optimisme publik.
(Jurnalis: Beni Setyawan)
Posting Komentar