MADIUN, lenteraindonesianews.com – Sikap kurang kooperatif ditunjukkan oleh Koordinator Desa (Kordes) Balerejo yang juga Kepala Desa Jerukgulung, Heru Setyo B. Meski anggaran kemitraan media dilaporkan telah disetor lunas oleh para kepala desa sejak Maret lalu, upaya koordinasi Paguyuban Jurnalis Masyarakat Merdeka (JMM) justru terus berbelit-belit dan menemui jalan buntu.
Pada Jumat (31/7/2026), sebanyak enam anggota JMM kembali mendatangi Kantor Desa Jerukgulung untuk menindaklanjuti proposal kerja sama kemitraan. Langkah ini merupakan bentuk koordinasi yang ke-8 kalinya demi menjaga keterbukaan informasi publik serta kondusifitas wilayah di Kabupaten Madiun.
Namun, komunikasi di lapangan terkesan sengaja diulur-ulur. Saat ditemui pukul 09.00 WIB, Kades Jerukgulung meminta awak media kembali seusai ibadah salat Jumat. Ironisnya, saat tim kembali sesuai janji, Kades tidak berada di lokasi dengan alasan masih ada urusan di kantor kecamatan.
Tim baru berhasil menemui yang bersangkutan pada pukul 13.00 WIB. Saat dikonfirmasi mengenai minimnya komunikasi, Heru berdalih telah menitipkan pesan kepada seseorang bernama Eko untuk menyampaikan keberadaannya. Ia pun secara terbuka mengakui kelalaiannya dalam memeriksa berkas proposal.
"Saya memang tidak membaca nomor kontak yang ada di proposal, sehingga tidak menghubungi teman-teman JMM," ujar Heru saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).
Dugaan adanya kejanggalan makin menguat usai tim JMM melakukan klarifikasi terpisah kepada dua Kepala Desa lain di wilayah Kecamatan Balerejo. Secara gamblang, salah satu Kades mengungkapkan bahwa alokasi dana untuk kemitraan media sebenarnya sudah diselesaikan sejak jauh hari.
"Untuk anggaran kemitraan media kita sudah setor lunas sejak bulan 3 (Maret) lho, Mas. Saya tidak tahu kalau ada kendala seperti itu di lapangan," tegas Kades yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Pernyataan tersebut selaras dengan keterangan dari pihak Pemerintah Kecamatan Balerejo. Melalui pesan singkat WhatsApp, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Balerejo, Disma, membenarkan bahwa pengelolaan alokasi dana kemitraan sepenuhnya berada di tangan Kades Jerukgulung.
"Terkait plotting anggaran sudah dikondisikan semua oleh Kades Jerukgulung," ungkap Disma singkat.
Keterangan dari pihak kecamatan dan para kepala desa ini makin mempertegas posisi Heru Setyo B sebagai pemegang kendali anggaran. Ketimpangan fakta di lapangan memicu pertanyaan besar terkait transparansi penyaluran dana kemitraan media tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Heru Setyo B belum memberikan penjelasan rinci mengenai muara alokasi anggaran yang disebut-sebut telah terkumpul sejak lima bulan lalu.(Jurnalis Beni Setyawan)
Posting Komentar