MADIUN, lenteraindonesianews.com – Gelaran program "Bakti Harmoni Madiun Bersahaja" yang diselenggarakan di Kelurahan Bangunasri, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, berlangsung semarak pada Rabu (10/6/2026). Di sela-sela padatnya agenda pelayanan masyarakat tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyempatkan diri menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku UMKM lokal sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan prima.
Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Madiun tidak hanya meninjau posko pelayanan, tetapi juga mengunjungi rumah produksi kuliner tradisional Madu Mongso "Bu Sri" yang merupakan usaha turun-temurun di wilayah setempat.
Integrasi Berbagai Layanan Pemerintah dalam Bakti Harmoni
Dalam rangkaian "Bahana Bersahaja" di kegiatan Bakti Harmoni ini, berbagai jenis layanan pemerintah dihadirkan langsung di tengah masyarakat demi mempermudah akses satu pintu bagi warga Dolopo dan sekitarnya.
Bupati Hari Wuryanto bersama rombongan turun langsung ke lapangan untuk memonitor jalannya berbagai pelayanan terpadu tersebut, yang meliputi:
- Bazar Pasar Murah: Penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau untuk membantu meringankan beban ekonomi warga.
- Layanan Perpajakan: Mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi dan pembayaran pajak daerah.
- Layanan SIM dan SKCK: Pengurusan dokumen kepolisian yang dihadirkan lebih dekat ke pemukiman warga.
- Layanan PDAM Madiun: Posko pengaduan, administrasi, dan informasi terkait jaringan air bersih.
- Layanan Pemerintah Lainnya: Berbagai dinas kedinasan ikut menyemarakkan stan untuk memberikan pelayanan instan kepada masyarakat.
Ikut Mengaduk Adonan di Jedi, Bupati Apresiasi Keahlian Khusus Perajin
Usai memastikan pelayanan di lapangan berjalan lancar, Bupati Madiun melanjutkan agenda ke rumah produksi Madu Mongso "Bu Sri". Menariknya, tidak hanya sekadar melihat-lihat, Bupati Hari Wuryanto menunjukkan aksi spontan yang humanis dengan turun tangan langsung mencoba alat pengaduk untuk mengaduk adonan madu mongso yang tengah diolah di dalam jedi (wajan besar ukuran jumbo).
Sembari merasakan sendiri beratnya proses mengaduk adonan kental tersebut, Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap perjuangan para pengrajin dalam melestarikan panganan tradisional.
"Prosesnya bukan hanya sehari, tapi bisa sampai tiga hari agar madu mongso ini siap dikonsumsi oleh masyarakat. Kalau tidak ada yang menguri-uri (merawat) dan melestarikan kuliner tradisional ini, bisa jadi nanti kuliner ini akan punah karena memerlukan keahlian khusus," ujar Hari Wuryanto.
Suasana hangat di lokasi produksi sempat diwarnai canda tawa saat Bupati melontarkan kelakar segar mengenai produksi Madu Mongso Bu Sri yang selalu eksis sepanjang tahun tanpa bergantung musim.
"Karena madu mongso Bu Sri ini tidak ada musimnya, harusnya namanya di balik menjadi 'Mongso Madu'," tutur Bupati disambut tawa ramah rombongan.
Harapan Pemilik: Butuh Stimulus Modal untuk Berdayakan Warga Sekitar
Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Madiun dalam momentum Bakti Harmoni ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi Suhari, pemilik usaha Madu Mongso "Bu Sri". Ia mengaku sangat bangga dan berharap momen ini bisa membuka jalan bagi penguatan modal usaha.
"Kami sangat bangga bisa dikunjungi Bapak Bupati beserta jajaran. Semoga kedepannya kami bisa dibantu dalam masalah permodalan, agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi serta bisa lebih banyak memberdayakan masyarakat sekitar," harap Suhari.
Saat ini, rumah produksi Madu Mongso Bu Sri baru mempekerjakan 4 orang warga setempat. Namun, Suhari optimistis jika usahanya mendapat dukungan permodalan yang matang, penyerapan tenaga kerja akan jauh lebih besar.
"Saat ini baru 4 orang (pekerja). Kalau berkembang, targetnya kan bisa menambah tenaga kerja hingga 10 sampai 20 orang," pungkasnya optimis.
videonya simak di YouTube (Red/Beni Setyawan)
Posting Komentar