Rambu Ala Kadarnya, Penumpukan Material Proyek BBWS Solo di Magetan Diprotes Warga


MAGETAN —lenteraindonesianews.com Penumpukan material proyek saluran irigasi di sepanjang Jalan Sugihrejo, Kabupaten Magetan, memicu protes keras warga dan pengguna jalan.(14 Oktober 2026)

Penataan material berupa batu kali, pasir, serta tanah galian yang memakan badan jalan dinilai ngawur dan mengabaikan keselamatan publik, terlebih lokasi tersebut baru saja memakan korban jiwa.
Pantauan di lokasi menunjukkan akses kendaraan semakin menyempit akibat tumpukan material di bahu jalan. Meski pelaksana proyek telah memasang rambu petunjuk keselamatan, keberadaannya dinilai asal ada atau ala kadarnya.

Setyawan, salah seorang warga yang melintas, menyayangkan sikap pelaksana proyek yang terkesan meremehkan potensi bahaya di jalur padat tersebut.
"Rambunya ada, tapi cuma ala kadarnya dan tidak terlihat jelas, apalagi kalau malam. Padahal belum lama ini di lokasi persis terjadi kecelakaan fatal yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima lainnya luka berat," tegas Setyawan.


Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Muhtar Wahid, membenarkan bahwa pengerjaan di jalur tersebut merupakan wewenang instansi pusat.
"Proyek tersebut adalah proyek BBWS," ujar Muhtar Wahid saat dikonfirmasi.


Masyarakat mendesak pihak BBWS Bengawan Solo bersama pelaksana proyek untuk segera merapikan tumpukan material dan membenahi sistem pengaman jalan secara layak. Apabila keluhan ini terus diabaikan, media ini akan terus mengawal dan menyampaikannya secara langsung ke pihak berwenang hingga ada penanganan tegas di lapangan.



Reporter: Beni Setyawan

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :