LENTERAINONESIANEWS.COM, MADIUN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun bersama BPJS Kesehatan menggelar Forum Kemitraan dan Komunikasi Tahun 2026 di Ruang Gambar Pendopo Muda Graha, Madiun, Senin (14/9/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat koordinasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Mewakili Bupati Madiun, Wakil Bupati Purnomo Hadi menegaskan keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Forum ini diharapkan dapat menyamakan persepsi agar masyarakat memperoleh layanan yang makin mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan.
"Melalui forum ini, kita dapat memperkuat koordinasi dan membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Madiun, sejalan dengan cita-cita mewujudkan masyarakat yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera)," ujar Purnomo.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, WD Puspitasari, memaparkan capaian kepesertaan JKN sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di fasilitas kesehatan. Salah satu fokus utama yang disoroti adalah optimalisasi fitur antrean online melalui aplikasi Mobile JKN.
Puspitasari menjelaskan bahwa penggunaan antrean online terbukti memangkas waktu tunggu pasien secara signifikan di fasilitas kesehatan.
"Jika memanfaatkan antrean online Mobile JKN, waktu tunggu pasien bisa dipangkas menjadi sekitar 30 menit, dibandingkan antrean manual yang bisa mencapai 5 jam. Kami memohon dukungan Pemkab Madiun untuk mengawal implementasi program ini demi mewujudkan layanan yang lebih efisien," kata Puspitasari.
Melalui diskusi interaktif yang menutup kegiatan tersebut, Pemkab Madiun dan BPJS Kesehatan berkomitmen untuk menindaklanjuti berbagai masukan teknis guna memastikan seluruh warga Kabupaten Madiun terlindungi oleh jaminan kesehatan secara optimal.(Red)
Posting Komentar