MAGETAN, lenteraindonesianews.com – Mengatasi anjloknya harga telur akibat overproduksi dan melambungnya harga pakan, Polres Magetan memfasilitasi audiensi lintas sektoral di Ruang Eksekutif Polres Magetan, Kamis (6/8/2026).
Rapat yang dipimpin Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa ini menghadirkan Komisi B DPRD, Dinas Peternakan, Satgas Pangan, perwakilan pedagang, serta asosiasi peternak (PATERAIN dan PPN).
Dinas Peternakan Magetan mencatat ketimpangan pasokan yang signifikan: produksi telur daerah mencapai 79.273 kg per hari, sementara kebutuhan lokal hanya 30.341 kg per hari. Kondisi overproduksi ini memicu penurunan harga drastis di tingkat peternak.
Merespons kondisi tersebut, Kapolres Magetan mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan jajaran jajarannya untuk mendorong penyerapan telur lokal.
"Seluruh Kapolsek kami instruksikan berkoordinasi dengan pengelola SPPG agar kebutuhan telur program Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan produk lokal. Kami juga mendukung kebijakan ASN membeli telur peternak sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP)," tegas AKBP Raden Erik.
Poin Kesepakatan Audiensi Lintas Sektoral:
- Optimalisasi Pasokan Lokal: Memprioritaskan penyerapan telur peternak Magetan untuk program MBG dan konsumsi ASN.
- Kesetaraan Harga: Menyelaraskan harga jual antara peternak, distributor, dan pedagang agar saling menguntungkan.
- Pengawasan Pasar: Satgas Pangan dan Pemkab memperketat pengawasan stabilitas harga pakan dan telur.
- Pembatasan Populasi: Mengkaji regulasi pembatasan populasi ayam petelur dan perizinan kandang baru.
- Aspirasi ke Pusat: DPRD Magetan mengeskalasi persoalan harga pakan dan penetapan HAP ke DPR RI.
(Beni Setyawan)
Posting Komentar