MADIUN | lenteraindonesianews.com – Pemerintah Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun kembali menggelar tradisi tahunan Bersih Desa pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang sarat akan nilai budaya dan spiritual ini berlangsung meriah dan diikuti dengan antusias oleh ratusan warga setempat.
Acara dimulai sejak pagi hari, di mana rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa bergerak dari Kantor Desa Kincang Wetan untuk melakukan kirab dan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah (punden) serta lokasi sakral di wilayah desa.
Rombongan Menyisir 8 Titik Lokasi Sakral
Untuk menjaga kelestarian tradisi, rombongan berjalan beriringan menyambangi delapan titik lokasi penting di Desa Kincang Wetan secara berurutan:
- Punden Mundu – Dusun 3
- Kediaman Ibu Kepala Desa – Jl. Arjuno RT 65 RW 11, Dusun 4
- Punden Pundung – Dusun 3
- Punden Sumur Tiban – Dusun 1
- Punden Pare – Di kawasan Tamris Lanud Iswahjudi
- Punden Ki Ageng Rendeng
- Punden Perangan – Dusun 2
- Punden Sumur Guling – Dusun 2
Kegiatan ini diikuti oleh kekompakan seluruh elemen masyarakat. Tampak hadir Kepala Desa beserta seluruh jajaran Perangkat Desa, BPD,Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), pengurus PKK,RT,RW , Karang Taruna, Pendamping Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Suasana semakin humanis dan dinamis dengan keterlibatan mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kincang Wetan bertepatan dengan bulan Suro, serta dukungan penuh dari masyarakat di setiap lokasi yang dikunjungi.
Pesan Kepala Desa: Wadah Guyub Rukun dan Berbagi Ikhlas
Kepala Desa Kincang Wetan, Etty Soekilasmini, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan mendalamnya atas terselenggaranya acara ini dengan lancar.
"Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia bersih desa di semua titik lokasi kegiatan. Mudah-mudahan dengan Bersih Desa ini kita bisa membersihkan diri dan jiwa. Semoga seluruh warga desa Kincang Wetan mendapatkan kesehatan, kemakmuran, dan rejeki yang berlimpah berkah barokah, sehingga bisa menjalankan ibadah ke Makkah dan Madinah," tutur Etty Soekilasmini.
Kades Kincang Wetan ini juga menambahkan bahwa agenda tahunan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan kepada para leluhur.
"Kegiatan ini merupakan wujud syukur atas rahmat Allah serta mendoakan para leluhur agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sekaligus sebagai wahana guyub rukun antar sesama warga, perangkat desa, dan seluruh elemen masyarakat yang ada. Karena Ambengan/nasi buat kenduri ini diberikan secara ikhlas, kita harapkan semua saling berbagi di sini, tidak perlu saling berebutan," pesannya secara humanis.
Puncak Acara: Ukir Sejarah dengan Karawitan Asli Desa
Puncak dari seluruh rangkaian Bersih Desa tahun 2026 ini dipusatkan di Punden Sumur Guling, Dusun 2. Ada yang istimewa pada pergelaran tahun ini, di mana untuk pertama kalinya (tahun perdana), acara Bersih Desa diiringi oleh musik karawitan asli karya warga setempat, yaitu Paguyuban Seni Karawitan Srikandi Laras dan Marsudi Laras asal Desa Kincang Wetan.
Suasana semakin meriah saat Kepala Desa bersama jajaran perangkat desa tampak membaur tanpa sekat dengan warga. Mereka ikut menghibur masyarakat dengan menari Tayub bersama, didampingi oleh 5 waranggono dan 1 sinden yang menari tari Gambyong dengan lemah gemulai.
Kemeriahan tradisi ini menegaskan bahwa Desa Kincang Wetan tidak hanya maju secara administrasi, namun tetap memegang teguh akar budaya dan kerukunan warganya.
Tonton video dokumentasi lengkap kemeriahan jalannya acara Bersih Desa Kincang Wetan melalui kanal resmi kami:
👉 Klik Video Lengkap Bersih Desa Kincang Wetan 2026 di YouTube
Reporter: Beni Setyawan
Editor: Redaksi lenteraindonesianews.com
Posting Komentar