MAGETAN, LENTERAINONESIANEWS.COM – Momentum Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 dijadikan pijakan strategis oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan untuk mempercepat transformasi sektor pertanian. Melalui percepatan alih teknologi modern dan penguatan regenerasi petani milenial, Dinas TPHP optimistis mampu menggenjot produksi serta produktivitas pangan daerah secara signifikan.
Hadir dalam Peringatan Hari Krida Pertanian ke 54 ini Bupati Magetan Nanik Sumantri, Kepala OPD terkait,Ketua Asosiasi petani Magetan serta petani yang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Dinas TPHP Kabupaten Magetan (Rabu,22/6/2026)
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Magetan Chuswatun Chasanah mengungkapkan bahwa penerapan berbagai inovasi teknologi pertanian berbasis modernitas saat ini terus digalakkan di wilayah Magetan. Salah satu yang telah berjalan adalah pengembangan Smart Farming di Desa Sumberdodol , serta sosialisasi teknologi terbaru dari pemerintah pusat yakni PM-AAS Pertanian Modern (Advance Agriculture System).
"Melalui momentum Hari Krida Pertanian ini, kita berupaya untuk semakin menambah teknologi baru sehingga dapat meningkatkan produksi maupun produktivitas tanaman pertanian," ujarnya saat memberikan keterangan.
Lebih lanjut, Kepala Dinas menjelaskan bahwa penerapan Advance Agriculture System ditargetkan mampu mendongkrak capaian hasil panen padi secara optimal hingga mencapai 10 ton per hektar di masa mendatang.
Saat ini, implementasi teknologi baru tersebut tengah berada pada tahap percontohan (demonstration plot/demplot) yang mengandalkan pendampingan dari para penyuluh lapangan.
"Mulai tahun ini baru kita lakukan demplot bersama para penyuluh pertanian. Kegiatan tanam bersama secara perdana sudah kita laksanakan di Kecamatan Lembeyan, yang kemudian disusul oleh kecamatan-kecamatan lainnya. Harapan kita ke depan benar-benar ada peningkatan produksi tanaman padi," jelasnya.
Penguatan Peran dan Regenerasi Petani Milenial
Selain fokus pada modernisasi alat dan sistem tanam, Dinas TPHP Magetan juga menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan sektor pertanian melalui regenerasi petani. Pihaknya secara konsisten memberikan ruang dan dorongan bagi generasi muda untuk terjun aktif dalam pembangunan pertanian.
Langkah konkret yang dilakukan di antaranya meliput keterlibatan petani milenial di setiap agenda dinas, menyelenggarakan kompetisi khusus, hingga mengikutsertakan mereka dalam ajang Lomba Cerdas Cermat bersama para penyuluh pertanian.
"Untuk petani milenial, kita harapkan memang sudah mulai terjadi regenerasi. Kami menyiapkan beberapa kegiatan yang mendorong mereka agar ikut berperan aktif. Di lomba cerdas cermat ada sinergi antara penyuluh dan petani milenial, beberapa waktu lalu juga ada lomba khusus, dan di setiap kegiatan kita selalu sertakan mereka," pungkasnya.
Melalui perpaduan antara penerapan teknologi Advance Agriculture System dan semangat regenerasi petani milenial, Dinas TPHP Kabupaten Magetan optimistis sektor pertanian daerah akan semakin maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Video kegiatan ini bisa di klik' https://www.youtube.com/@lenteraindonesianews (Beni Setyawan)
Posting Komentar