MAGETAN – https://www.youtube.com/@lenteraindonesianewsPemerintah Kecamatan Bendo resmi meluncurkan inovasi sosial-kesehatan baru bernama "Pelita Mageti" pada Kamis (16/7/2026). Langkah progresif ini diambil guna memastikan pelayanan publik yang lebih inklusif dan menyentuh langsung masyarakat rentan, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas di tingkat akar rumput.
Peluncuran inovasi yang berlangsung di Aula Pertemuan Kecamatan Bendo ini dihadiri langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Magetan Sunarti Condrowati, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Bendo, serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Magetan. Acara ini juga disaksikan oleh unsur Forkopimca Bendo dan para kader yang tergabung dalam Paguyuban Kader Kesehatan Bahagia.
Camat Bendo, Hermin, menjelaskan bahwa inovasi Pelita Mageti lahir dari gerakan tulus para kader kesehatan yang kini diperkuat dengan payung hukum berupa Surat Keputusan (SK) resmi. Dengan legalitas tersebut, gerakan ini dapat berkolaborasi secara terstruktur dengan berbagai elemen pemerintahan dan lembaga sosial.
"Semangat utama kami adalah No One Left Behind—tidak boleh ada satu pun warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas, yang tertinggal atau luput dari perhatian pemerintah," tegas Hermin.
Hermin menambahkan, jangkauan Pelita Mageti ke depan akan dikembangkan secara komprehensif, tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan. Program ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari asesmen BPJS Kesehatan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), hingga perbaikan sanitasi rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebagai langkah konkret, pihak kecamatan menjadwalkan kunjungan dan pemeriksaan gratis setiap bulan ke dua desa dengan target empat sasaran warga.
Sebelum menjadi inovasi resmi kecamatan, gerakan ini berawal dari inisiatif Sapari Anggoro, Ketua Paguyuban Kader Kesehatan di Kecamatan Bendo. Ia mengumpulkan Kader Lansia dari 16 desa dan kelurahan untuk bersilaturahmi dan melakukan senam kebugaran. Meski sempat terkendala penghapusan nomenklatur Kader Lansia oleh Kementerian Kesehatan, semangat persaudaraan membuat kelompok ini bertahan dan berganti nama menjadi Paguyuban Kader Kesehatan Bahagia, yang kini menjadi motor penggerak Pelita Mageti.
Langkah taktis ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Magetan, Sunarti Condrowati, menyatakan bahwa sistem jemput bola yang diterapkan dalam Pelita Mageti merupakan terobosan pelayanan publik yang luar biasa untuk memberikan penanganan prioritas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sunarti juga menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) demi keberlanjutan program ini. Menurutnya, seluruh instansi harus berkolaborasi secara sinergis untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Magetan.
"Magetan kumandang, yen kabeh tumandang (Magetan akan menggema dan maju, jika semua orang mau ikut bergerak dan bekerja bersama-sama)," pungkas Sunarti.
Video kegiatan ini klik https://www.youtube.com/@lenteraindonesianews (Beni Setyawan)
Posting Komentar