Ketua DPC HKTI Kabupaten Magetan Hendrad Subiyakto Dorong Regenerasi Petani Milenial dan Efisiensi Biaya Produksi

MAGETANLENTERAINONESIANEWS.COM Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Magetan, Hendrad Subiyakto, menyampaikan apresiasi dan selamat memperingati Hari Krida Pertanian ke-54. Momen tahunan ini tidak hanya dimaknai sebagai wujud ucapan syukur atas karya bakti insan pertanian, tetapi juga dijadikan wadah strategis untuk mengupas dan menjawab berbagai tantangan pertanian ke depan.

​Hal ini disampaikan Hendrad saat ikut mendampingi Bupati Magetan Nanik Sumantri saat acara Hari Krida pertanian ke-54 yang diselenggarakan Dinas TPHP Kabupaten Magetan( Rabu 22 Juli 2026)


Ia menegaskan bahwa ucapan syukur ini harus diiringi dengan semangat untuk terus mengembangkan sektor pertanian demi mewujudkan petani sejahtera, pertanian yang maju, dan Indonesia yang berdaulat pangan untuk mencapai target swasembada pangan nasional.

Dua Tantangan Utama Pertanian Masa Depan

​Dalam refleksi peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 ini, Hendrad Subiyakto menyoroti dua isu mendasar yang menjadi tantangan besar di sektor agraris:

  • Regenerasi dan Keberlanjutan Petani Milenial Tantangan utama saat ini adalah keberlanjutan generasi muda untuk mau menekuni dunia pertanian. Menurutnya, perlu ada perubahan stigma di masyarakat mengenai profesi petani. ​"Kita harus memberi gambaran kepada teman-teman petani muda bahwa pertanian itu bisa dijadikan ruang penghidupan. Selama ini petani selalu diidentikkan dengan pekerjaan yang berat dan begitu-begitu saja. Padahal, dengan peluang yang ada, ditambah inovasi dan teknologi, pertanian modern justru sangat menghasilkan—bahkan bisa melebihi pendapatan konvensional ketika mereka melakukan inovasi dan terobosan," ujar Ketua DPC HKTI Magetan, Hendrad Subiyakto.
  • "Kita harus memberi gambaran kepada teman-teman petani muda bahwa pertanian itu bisa dijadikan ruang penghidupan. Selama ini petani selalu diidentikkan dengan pekerjaan yang berat dan begitu-begitu saja. Padahal, dengan peluang yang ada, ditambah inovasi dan teknologi, pertanian modern justru sangat menghasilkan—bahkan bisa melebihi pendapatan konvensional ketika mereka melakukan inovasi dan terobosan," ujar Ketua DPC HKTI Magetan, Hendrad Subiyakto.


    • Efisiensi Biaya Produksi dan Daya Saing Pasar Tantangan kedua berkaitan langsung dengan aspek ekonomi usaha tani. Dalam menghadapi persaingan harga yang makin kompetitif di masa depan, kunci keberhasilan petani terletak pada manajemen biaya. Petani yang mampu bertahan (eksis) dan meraih keuntungan adalah mereka yang mampu menekan biaya produksi secara efisien tanpa mengurangi kualitas hasil panen.

    Menyambut Era Pertanian Milenial

    ​Peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 ini menjadi momentum bagi HKTI Kabupaten Magetan untuk terus mendampingi para petani, khususnya generasi milenial. Dengan sentuhan inovasi, modernisasi teknologi, dan efisiensi produksi, HKTI optimistis para petani muda dapat menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian yang menjanjikan sekaligus menopang kedaulatan pangan bangsa.

    ​📌 Tonton Video Selengkapnya:

    Video lengkap kegiatan ini bisa di-klik di saluran YouTube resmi kami: https://www.youtube.com/@lenteraindonesianews

    (Jurnalis Beni Setyawan)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :