MAGETAN, lenteraindonesianews.com — Pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Randugede, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan terus berjalan konsisten demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jadwal pasti hari dan tanggal pelaksanaan program ini ditentukan secara berkala setiap bulannya melalui koordinasi erat antara kader kesehatan desa dan Puskesmas Plaosan.
Antusiasme Tinggi di Tiga Lokasi Berbeda
Kepala Desa Randugede, Kunzani Widaya S.Pt, menjelaskan bahwa demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Posyandu ILP dilaksanakan setiap satu bulan sekali yang tersebar di tiga dusun berbeda.
Layanan kesehatan ini pun mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari warga setempat, dengan rincian kehadiran sebagai berikut:
- Dusun Genggong: Diikuti oleh 80 lansia.
- Dusun Sentul: Diikuti oleh 90 lansia.
- Dusun Bulu: Diikuti oleh 100 lansia.
"Setiap lokasi juga diikuti oleh ibu, balita, dan anak-anak yang ada. Jadi, semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan Posyandu ILP ini," ujar Kunzani Widaya S.Pt saat diwawancarai pada Selasa (23/6/2026).
Komitmen Anggaran Demi Pembangunan Manusia
Meskipun terdapat penyesuaian anggaran di tingkat desa, pihak pemerintah desa menegaskan bahwa pelayanan kesehatan primer bagi warga tetap menjadi hal yang utama dan tidak boleh dikorbankan.
"Meskipun Dana Desa (DD) turun, hal itu tidak mempengaruhi program ini. Karena bagi kami, Posyandu ILP adalah skala prioritas dalam pembangunan manusia seutuhnya," pungkas Kunzani tegas.
Dampak Positif dan Gizi yang Terpantau Ahli
Manfaat nyata dari konsistensi program ini dirasakan langsung oleh para orang tua. Wahyu Endang Saputri, ibu dari balita bernama Nafiza, membagikan pengalamannya yang telah rutin mengikuti Posyandu selama lima tahun.
"Banyak hal positif yang kita dapatkan di sini. Perkembangan anak saya bisa sangat bagus, baik itu tinggi badan maupun beratnya. Di sini anak-anak kita juga mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)," tuturnya.
Di sisi lain, mutu dan kualitas gizi makanan tambahan tersebut juga dipastikan sangat terjaga. Lestyawati, selaku Kader Posyandu ILP Balita, menjelaskan bahwa menu PMT yang disajikan selalu dikonsultasikan secara medis.
"Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu ini mengikuti petunjuk dan arahan dari ahli gizi Puskesmas Plaosan. Kita memasaknya dengan arahan ahli gizi dengan menu yang bervariasi tiap bulannya. Untuk hari ini, menu yang kita sajikan untuk anak-anak terdiri dari nasi, perkedel ayam+kentang, tempe, telur, sayur sop, dan dilengkapi buah pisang," terang Lestyawati.
Saksikan tayangan visual dan liputan lengkap mengenai antusiasme warga dalam kegiatan ini melalui tautan video berikut: YouTube Lenteraindonesianews.
(Jurnalis: Beni Setyawan)
Posting Komentar