Genjot Investasi dan Turunkan Angka Pengangguran, Pemkab Madiun Gandeng Pers Kawal Tata Kelola Transparan demi Madiun Bersahaja


YOGYAKARTA, lenteraindonesianews.com – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan insan pers guna mewujudkan tata kelola informasi yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda penguatan komunikasi dua arah yang digelar di Hall Auditorium Royal Darmo, Yogyakarta, Kamis (5/11/2026).


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadin Kominfo) Kabupaten Madiun, Suntoko, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan kerja sama antara Pemkab Madiun dan para wartawan. Melalui wadah ini, pers diharapkan tidak hanya menjadi sarana komunikasi dua arah, melainkan juga menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus mitra aktif dalam menangkal hoaks.

"Tujuan kita adalah membangun komunikasi dua arah yang akuntabel dan transparan, serta memperkuat sinergi dengan pers sebagai kontrol sosial dan mitra aktif Pemkab Madiun," ujar Suntoko.

Sementara itu, Purnomo Hadi Wakil Bupati Madiun menyampaikan lima prinsip utama prioritas pemerintah, yakni pengentasan pengangguran, penanggulangan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan penyediaan penghidupan yang layak. Dalam satu tahun masa pemerintahan, angka pengangguran di Kabupaten Madiun tercatat berhasil ditekan hingga lebih rendah dari rata-rata indeks Jawa Timur.


"Selain itu, pada tanggal 10 mendatang akan dilaksanakan pemasangan stikerisasi real yang telah disepakati oleh BPK," ungkap Purnomo Hadi.


Ia juga menyoroti pentingnya unsur pentahelix dalam pembangunan daerah, yang melibatkan lima elemen: Pemerintah, Sektor Swasta (hilirisasi investasi), Civil Society (masyarakat yang terlibat aktif),
 Peran Media (baik secara top-down maupun bottom-up), serta akademisi.


 Menurutnya, seluruh pihak dalam ekosistem pentahelix harus saling bersinergi demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan peran strategis media dalam memberikan edukasi, informasi, serta masukan yang konstruktif demi tercapainya visi Kabupaten Madiun yang Bersahaja—yakni Bersih, Sehat, dan Sejahtera lahir maupun batin.


"Kami berharap media tidak ragu memberikan saran dan masukan kepada pemerintah apabila menemukan hal-hal di lapangan yang dinilai tidak sesuai," tegas Bupati Hari Wuryanto.


Bupati juga memaparkan sejumlah potensi dan capaian pembangunan daerah. Untuk menyerap sekitar 3.000 lulusan SMA/SMK di Madiun, pemerintah mengalokasikan 13 persen lahan daerah bagi dunia usaha dan investasi, serta terus menggalakkan UMKM. Akses jalan tol yang ada saat ini turut mendorong minat investor masuk ke Madiun.

 Ke depan, Pemkab Madiun juga bakal berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang membuka 5 program vokasi di Madiun.


Di samping itu, dipaparkan pula kinerja ekonomi daerah:
Pertumbuhan Ekonomi: Pada semester I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Madiun tumbuh kuat di angka 7,48 persen.
Infrastruktur Jalan: Alokasi belanja infrastruktur jalan mencapai 89,05 persen demi memperlancar konektivitas wilayah.
Realisasi Investasi: Hingga September 2026, realisasi investasi telah melampaui 90 persen dari target tahunan, disokong suksesnya ajang Anugerah Kepatuhan Investasi 2026 bagi dunia usaha.


Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab dua arah antara para insan pers dengan narasumber, yakni Bupati dan Wakil Bupati Madiun. (Beni Setyawan)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :