Banten –http://www.lenteraindonesianews.com Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Provinsi Banten memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaran angkutan Lebaran. Sebab, Provinsi Banten termasuk dalam lima besar teratas provinsi asal pergerakan masyarakat, yaitu sebanyak 11,17 juta orang. Selain itu, di Provinsi Banten juga terdapat simpul transportasi terpadat berupa pelabuhan penyeberangan dan bandara. Oleh karena itu, Menhub Dudy berkoordinasi dengan Gubernur Banten Andra Soni, di Gedung Pendopo Gubernur Banten, Serang, Senin (16/2).
Menurut Menhub Dudy, semua kendaraan dari Jawa, khususnya dari Jakarta ke Pulau Sumatera via jalur darat dan penyebangan, akan melewati Provinsi Banten.
“Bandara Soekarno-Hatta yang termasuk dalam Provinsi Banten merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan jumlah sebanyak 3,18 juta penumpang. Lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang merupakan pelabuhan penyeberangan asal dan tujuan diprediksi akan menjadi terpadat dengan total sampai 6 juta penumpang,” Ujar Menhub Dudy.
Terkait angkutan penyeberangan, Menhub Dudy mengatakan, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan yang melalui 15 lintas penyeberangan. Khusus menuju Pelabuhan Merak, telah disiapkan lima titik utama sebaran lokasi delaying system yaitu Rest Area KM13 A, Rest Area KM 43 A, Rest Area KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Pelabuhan Merak, serta JLS Ciwandan untuk wilayah Pelabuhan Ciwandan. Selain sebaran Lokasi delaying system, Kemenhub bekerja sama dengan pihak terkait juga telah menyiapkan lima jalur penyeberangan yaitu Merak-Bakauheni, Ciwandan – PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan - Bakauheni, BBJ Bojonegara - BBJ Muara Pilu, dan PT. Krakatau Bandar Samudera - Pelabuan Pajang sebagai contingency plan.
“Untuk Ciwandan Pelindo itu akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, itu sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang. Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar. Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini,” ujar Menhub Dudy.
Pada kesempatan tersebut, Menhub Dudy juga meminta Pemerintah Provinsi Banten mengantisipasi kepadatan yang disebabkan pasar tumpah dan lokasi wisata. Adapun pasar tumpah yang dimaksud adalah pasar tumpah dari arah Jakarta dan melewati Provinsi Banten, seperti Pasar Kranggot, Pasar Kalodran, serta Pasar Sentiong. Sementara itu, Lokasi wisata yang perlu diantisipasi antara lain Pantai Anyer di Serang, daerah Pantai Carita, serta Pantai Tanjung Lesung di Pandeglang.
Tak lupa, Menhub Dudy juga membahas perlintasan sebidang dan titik rawan bencana banjir juga tanah longsor. Untuk menangani hal tersebut, Menhub Dudy mengatakan, Kemenhub melalui UPT yang tersebar di berbagai wilayah khususnya di Provinsi Banten, senantiasa akan berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah Provinsi Banten, serta pihak-pihak terkait.
“Di provinsi Banten terdapat perlintasan sebidang sebanyak 157. Telah dilakukan penambahan 43 penjaga jalan perlintasan untuk peningkatan pengawasan perlintasan di Banten. Adapun wilayah perlintasan padat yaitu jalan arteri dari dan ke kawasan Pelabuhan Merak yang melewati pelintasan sebidang, diharapkan menjadi prioritas pengamanan selama masa mudik,” pungkas Menhub Dudy.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandionon, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Hermanta, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, serta jajaran pimpinan daerah, wali kota, bupati, juga Forkopimda di lingkungan Provinsi Banten.(red)
Posting Komentar