Forkopimca Kawedanan gelar sarasehan antar umat beragama menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H dan Hari Raya Nyepi 1946 Saka /tahun 2026 Masehi



Magetan http://www.lenteraindonesianews.com Sebagai upaya menciptakan kondisi yang aman ,tertib dan lancar di wilayah Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H dan Hari Raya Nyepi 1946 Saka tahun 2026 Forkopimca Kawedanan menggelar acara sarasehan antar umat beragama.

Acara ini digelar di Aula Kecamatan Kawedanan dan diikuti oleh para tokoh lintas agama , Kasi Pelayanan dari Desa/ kelurahan serta relawan 24 Jam sebagai organisasi kemanusiaan yang berkantor pusat di desa Tulung.
Camat Kawedanan Mahesa Kurniawan Fadli dalam kesempatan ini menyampaikan " Kegiatan ini adalah upaya kita guna mempererat tali silahturahmi antar umat beragama terutama dalam hal ini menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H dan Hari Raya Nyepi 1946 Saka tahun 2026 agar perayaan hari besar umat Islam dan Hindu tersebut nanti bisa berjalan aman ,tertib dan lancar. Selain itu hari ini juga diadakan penyerahan 2 ton zakat fitrah dari Baznas cabang Magetan untuk diserahkan ke amil zakat fitrah desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Kawedanan."terangnya
Sementara itu Kapolsek Kawedanan AKP. Joko Yuhono mengingatkan " Kami himbau agar masyarakat tidak menyalakan mercon dan kembang api saat hari raya nanti, karena hal tersebut sangat berbahaya baik bagi pelaku maupun masyarakat. Jangan sampai kejadian meledaknya mercon di Ponorogo yang membawa korban jiwa kemarin tidak terjadi di Magetan.Pada liburan Idul Fitri nanti kami dari Polres dan Polsek menyediakan fasilitas parkir gratis bagi masyarakat silahkan menggunakan fasilitas tersebut. Terkait takbir keliling diharapkan jangan menggunakan sound horeg maupun mobil bak terbuka yang mengganggu kenyamanan masyarakat dan rawan kecelakaan lalulintas. Kami himbau sebaiknya takbiran dilakukan di mushola atau masjid saja guna menghindari hal hal yang tidak kita inginkan. " pungkas Kapolsek Kawedanan ini.

Adi Wiyono tokoh umat Hindu menuturkan " Dalam melaksanakan ibadah di hari raya Nyepi umat Hindu di desa Garon biasanya kita kumpulkan dalam satu rumah saja .Saat ini umat kita terdiri dari 5 KK. Dengan dikumpulkan seperti ini kita lebih khusuk dalam fokus dalam menjalankan ibadah kami ."jelasnya.
Ihwan Yahya dari KUA menjelaskan " Terkait dengan takbir kami himbau agar dilaksanakan di masjid dan mushola saja. Kami juga siapkan Masjid ramah pemudik di Masjid Al Ikhlas , KUA Kawedanan . Kita buka 24 jam, silahkan pemudik yang melintasi jalan raya Magetan Madiun yang lewat masjid kami untuk singgah agar bisa sejenak beristirahat. Kita juga siapkan minuman dan makanan kecil . "tuturnya

Sementars itu Setyo Budi Hariyanto Ketua Relawan 24 Jam menuturkan " Kami Relawan 24 siap membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Di kantor pusat kami siapkan 5 ambulans, selain itu di Belotan ada 2 mobil dan Turi Panekan 1 mobil ambulans juga sudah bergabung dengan kami . Selama ini kami sudah berkolaborasi dan berkoordinasi baik dengan Pemkab maupun teman teman se Karesidenan Madiun untuk bergerak dalam misi kemanusiaan. " terangnya.

Video lengkap kegiatan ini bisa di klik di https://youtube.com/@lenteraindonesianews?si=MM8Kce9jCZA1R4bb
( Jurnalis Beni Setyawan)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :